Web Server #
Section ini membahas Nginx dalam peran paling dasarnya sekaligus yang paling kuat: sebagai web server yang melayani file langsung dari disk. Meskipun terdengar sederhana, ada banyak detail teknis yang perlu kita kuasai untuk melakukannya dengan benar, aman, dan efisien — mulai dari cara Nginx menentukan path file yang harus diservis, cara mengatur beberapa site di satu server, menangani permintaan ke direktori, hingga menyajikan halaman error yang profesional.
Nginx pada dasarnya adalah mesin yang sangat efisien dalam menjawab pertanyaan: “File mana di disk yang harus saya kirimkan untuk request ini?” Setiap artikel di section ini membedah satu aspek dari pertanyaan itu.
Peta Pembelajaran #
flowchart TD
A["📁 Static Files\nroot directive, sendfile,\nMIME types, cache headers"] --> B["🏠 Virtual Host\nname-based, IP-based,\nmulti-site, HTTPS"]
B --> C["🔀 Root vs Alias\nPath formation,\ntrailing slash, try_files"]
C --> D["📋 Index & Autoindex\nindex directive,\ndirectory listing, security"]
D --> E["⚠️ Error Page\nerror_page, internal redirect,\nproxy_intercept_errors"]Artikel di Section Ini #
| Artikel | Apa yang Dipelajari |
|---|---|
| Serving Static Files | Cara Nginx membaca dan mengirim file dari disk, optimasi transfer dengan sendfile, header cache untuk browser, dan konfigurasi lengkap untuk static site production |
| Virtual Host | Menjalankan banyak website dari satu server — name-based hosting, manajemen sertifikat SSL per-domain, dan workflow pengelolaan multi-site |
| Root & Alias | Perbedaan mendasar cara root dan alias membentuk path file, kapan menggunakan masing-masing, dan jebakan trailing slash yang paling sering menyebabkan error |
| Index & Autoindex | File index default saat request ke direktori, kapan directory listing berguna dan kapan berbahaya, serta cara mengamankannya |
| Custom Error Page | Mengganti halaman error bawaan Nginx dengan halaman kustom, menangani error dari upstream/backend, dan menyembunyikan informasi versi server |