Load Balancer #

Ketika satu server tidak lagi cukup untuk menangani trafik yang masuk, solusinya adalah menjalankan beberapa instance aplikasi dan mendistribusikan request di antara mereka. Nginx menangani ini dengan baik melalui blok upstream yang mendefinisikan sekumpulan server backend beserta aturan distribusinya.

Section ini membahas semua algoritma load balancing yang tersedia di Nginx, cara mengkonfigurasi server dengan bobot berbeda, session persistence, dan health check untuk memastikan traffic tidak diarahkan ke server yang sedang down.

Peta Pembelajaran #

flowchart TD
    A["⚖️ Round Robin\nDefault — request digilir\nsecara berurutan"] --> B["📊 Least Connections\nRequest ke server\ndengan koneksi paling sedikit"]
    B --> C["🔒 IP Hash\nSession persistence —\nIP yang sama ke server yang sama"]
    C --> D["🏋️ Weighted\nProporsi traffic dikontrol\nberdasarkan kapasitas server"]
    D --> E["🩺 Health Check\nPassive detection kegagalan\ndan failover otomatis"]

Artikel di Section Ini #

ArtikelAlgoritmaKapan Digunakan
Round RobinBergiliran merataServer kapasitas sama, request serupa
Least ConnectionsPilih server paling senggangRequest dengan durasi bervariasi
IP HashHash dari IP klienSession persistence di server lokal
WeightedProporsi berdasarkan bobotServer dengan kapasitas berbeda, canary deploy
Health CheckPassive failure detectionSemua setup production
About | Author | Content Scope | Editorial Policy | Privacy Policy | Disclaimer | Contact